pedoman 10 Hak Siswa untuk Akses ke Toilet Sehat di Sekolah dan Asrama

  1. Ketersediaan air bersih

Tersedianya air bersih yang cukup di toilet baik secara kuantitas maupun kualitas untuk mencegah penyakit seperti kudis, diare, hingga hepatitis. Air bersih adalah air dengan karakteristik tidak berbau, tidak berwarna dan tidak memiliki rasa.

  1. Cahaya yang memadai

Tempat yang kurang cahaya menyuburkan perkembangan jamur, kuman, hingga virus, dan menjadi habitat sempurna bagi nyamuk untuk berkembang biak dan mengakibatkan penyakit demam berdarah. Jadi, toilet harus mendapat pencahayaan alami dan buatan yang memadai.

  1. Ventilasi udara

Kurangnya ventilasi dan saluran udara yang memadai untuk pertukaran udara dapat menyebabkan penyakit tuberkulosis (TB) hingga infeksi saluran pernafasan. Jadi, pastikan pengudaraan di toilet berjalan cukup lancar.

  1. Lubang toilet harus berada minimal 10 meter dari sumber air

Sistem sanitasi yang baik harus berada jauh dari sumber air bersih untuk mengurangi risiko kontaminasi. Sumber air dan tangki pembuangan air minimal berjarak 10 meter.

  1. Dinding dan atap harus dalam kondisi bersih

Debu dan kotoran yang menempel di dinding dan atap toilet berpotensi memicu penyakit pernapasan seperti asma dan iritasi kulit. Jadi, area toilet harus selalu bersih.

  1. Bersihkan lubang toilet dan pastikan kloset selalu dalam posisi tertutup.

Sisa kotoran yang menempel di kloset dapat menjadi sumber bakteri yang dapat menyebar dengan cepat. Jadi, jangan biarkan kloset dalam keadaan kotor dan usahakan kloset selalu tertutup untuk mencegah bakteri dari sisa kotoran tercampur dengan udara dan cipratan air.

  1. Dinding bak mandi yang bersih

Jangan biarkan air yang disimpan di bak mandi terkontaminasi oleh kuman dan virus yang bersarang di dinding bak mandi.

(lanjutan di kolom komentar)

Foto : pasundanexpress.co

Sukun KotaMalang KIMNUKUS KIMMALANGKOTA JATIM CitizenJournalism KimNews WorldToiletDay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.